Home » Archives by category » Energi
Lampu Badai Memakai Minyak Alga

Lampu Badai Memakai Minyak Alga

Produksi bioenergi minyak alga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar lampu badai. Caranya dengan mencampurkan 40% minyak alga dengan 60% minyak tanah sebagai bahan bakar lampu. Volume campuran minyak sekitar 200 ml dapat menyalakan lampu badai selama 17 jam dengan hasil pembakaran bebas jelaga lantaran minyak alga tidak mengandung sulfur.

Kultur Alga Untuk Biodiesel

Riset alga untuk produksi biodiesel yang sudah diuji memakai jenis¬†Botryococcus sp. strain I Nyoman Kabinawa (INK).¬†Alga tersebut ditemukan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Juli 2008. Kultur alga tersebut dapat dipanen pada umur 10-12 hari setelah warna permukaan air menjadi hijau pekat. Produktivitas alga yang mengandung 40% lemak sebagai sumber minyak itu mencapai 200 liter […]

Continue reading …
I Nyoman Kabinawa Periset Biodiesel Alga

Prof Drs I Nyoman Kabinawa APU terkenal sebagai periset biodiesel alga LIPI untuk bioenergi di tanahair. Salah satu karyanya adalah memproduksi minyak alga yang dapat dicampurkan pada bahan bakar solar. I Nyoman Kabinawa memperoleh minyak alga itu dengan mengkulturkan lantas mengolah alga Botryococcus sp. strain I Nyoman Kabinawa (INK) di bak-bak akuarium 10 liter dan […]

Continue reading …
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sentra pengrajin tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah telah menjadi proyek percontohan IPAL di tanahair. Sistem pengolahan air limbah dengan fixed bed reactor itu menghasilkan biogas yang telah dimanfaatkan oleh warga desa itu untuk keperluan memasak.

Continue reading …