Home » Archives by category » Konservasi & Lingkungan (Page 3)

Konservasi Jalak Bali

No Comment
Konservasi Jalak Bali

Jalak bali Leucopsar rothschildi merupakan satwa khas Indonesia yang sebaran alaminya hanya dijumpai di Taman Nasional Bali Barat. Burung jenis penyanyi bersuara khas “teet” dan “ciiing” tersebut pada 2102 telah masuk Red Data Book IUCN sebagai satwa paling terancam punah alias Critically Endangered. Upaya konsevasi exsitu sudah berjalan saat ini, termasuk pelepasliaran untuk menjaga populasinya di […]

Continue reading …
Pohon Beringin Penyerap Karbon

Pohon beringin Ficus benjamina bukan hanya rumah dan sumber pakan berbagai jenis burung dan serangga. Peran penting lain keluarga ara itu adalah penyerap karbondioksida (CO2) yang mumpuni. Sejatinya nilai daya serap karbondioksida dipengaruhi oleh luas daun, ukuran, serta kerapatan stomata. Pada pohon beringin, kemampuan menyerap karbondioksida pada tanaman berumur 50-100 tahun mencapai 622 gram/pohon/jam.

Continue reading …
Kelompok Burung Raptor

Alap-alap merupakan kelompok burung raptor seperti elang dan burung hantu. Penyebutan raptor-sejatinya bermakna mencengkram dan membawa pergi (Latin: raptare)-memang menjadi identitas bagi burung-burung yang bercakar kuat serta tajam untuk menangkap, mengoyak, hingga membunuh mangsanya. Burung bermata tajam itu juga mempunyai paruh melengkung dan berkait tajam. Pada burung hantu, ia juga berpendengaran sangat tajam.

Continue reading …
Budidaya Lebah Madu Klanceng

Budidaya lebah madu klanceng bisa dilakukan di pekarangan rumah. Itu sebabnya budidaya lebah madu klanceng seperti lebah trigona, misalnya, dapat dilakukan di perkotaan. Yang penting sumber pakan mencukupi dengan menanam aneka tanaman yang rajin berbunga di sekitar sarang. Tanaman-tanaman itu akan menjadi sumber nektar yang merupakan cairan manis berkadar gula hingga 50%, pakan bagi koloni lebah.

Continue reading …
Sarang Lebah Madu Klanceng

Sarang lebah madu klanceng yang didominasi oleh lebah trigona lazim berada di pohon. Meski begitu lebah tanpa sengat itu dapat tumbuh dan berkembangbiak di aneka lingkungan seperti lubang batu, pagar, tiang listrik, bahkan batok kelapa. Itu terjadi karena lebah trigona termasuk lebah yang adaptif, asalkan struktur koloninya lengkap yang terdiri atas ratu, lebah pekerja, dan lebah […]

Continue reading …
Nilai Ekonomi Biawak Air

Biawak air Varanus salvator merupakan salah satu jenis reptil yang bernilai ekonomi. Kulit hewan poikilotermik yang perlu menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu lingkungan terlebih dahulu, sebelum beraktivitas dengan cara berjemur pada pagi hari itu dimanfaatkan untuk aneka perhiasan. Dagingnya pun dipercaya berkhasiat sebagai obat penyakit kulit.

Continue reading …
Burung Rangkong Penanda Hutan Sehat

Rangkong yang dijumpai di hutan-hutan tropis di tanahair berperan besar terhadap regenerasi hutan. Harap mafhum burung yang mampu terbang hingga 100 km itu mempunyai kemampuan menebarkan biji dari buah-buah yang dimakannya. Peneliti menemukan fakta bila terdapat korelasi kuat antara kondisi hutan dan keberadaan rangkong yang perlu pohon besar dan sehat untuk bersarang tersebut.

Continue reading …
Patroli Gajah Di Taman Nasional Tesso Nilo

Konflik gajah Elephas maximus dan manusia kerapkali terjadi lantaran area jelajah gajah mengalami alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan kebun. Sebab itu untuk meminimalisir konflik, sekaligus sebagai upaya konservasi gajah, di Taman Nasional Tesso Nilo di Riau, misalnya, dibentuk patroli pasukan bergajah bernama Flying Squad yang merupakan kerjasama Balai Konservasi Sumberdaya Alam, Taman Nasional Tesso […]

Continue reading …
Capung Indikator Lingkungan

Indonesia merupakan rumah bagi 750 jenis capung. Capung yang matanya bisa melihat ke segala arah itu mempunyai peran antara lain sebagai predator hama. Peran lain menjadi indikator pencemaran lingkungan perairan. Harap mafhum, saat lingkungan perairan tersebut tercemar, maka siklus hidup capung pun terganggu hingga populasinya bakal merosot.

Continue reading …
Populasi Ikan Kelabau Menurun

Ikan kelabau Osteochilus melanopleura termasuk ikan konsumsi bernilai ekonomi di Pulau Kalimantan. Sayang, saat ini populasinya menurun akibat pencemaran lingkungan serta penangkapan tak terkendali. Hal itu diperparah pula dengan rendahnya keragaman genetik ikan kelabau yang menyebabkan terjadinya perkawinan sedarah alias inbreeding yang berdampak terhadap stabilitas genetik.

Continue reading …
Page 3 of 41234