Home » Archives by category » Perikanan (Page 2)

Cumi-cumi Di Akuarium

No Comment
Cumi-cumi Di Akuarium

Menikmati aneka hidangan seafood memang paling pas bila sebelumnya dapat memilih dalam kondisi hidup di akuarium sebelum dimasak. Umumnya itu dijumpai pada beberapa jenis ikan laut, kerang, dan kepiting. Bagaimana cumi-cumi? Terbilang langka. Harap mafhum daya tahan cumi-cumi yang dipelihara sementara waktu di akuarium relatif pendek.

Continue reading …
Wadah Maskoki Topview

Menikmati maskoki tak melulu memakai akuarium. Jenis maskoki yang dinikmati di akurium adalah maskoki tipe sideview. Keelokan tipe tersebut memang terlihat ketika ikan terlihat dari sisi samping. Berbeda dengan maskoki topview. Maskoki yang dominan ditangkarkan oleh peternak maskoki di Jepang itu, keindahannya dinikmati dari atas. Sebab itu, saat memelihara maskoki yang kini berkembang pesat di […]

Continue reading …
Lukisan Abstrak Cupang Blantong

Cupang blantong alias cupang belang-bentong (tidak keruan, red) memiliki warna tubuhnya tidak berpola sehingga tampak seperti lukisan abstrak. Meski demikian cupang tersebut dapat mengikuti lomba di kelas marble. Sejauh ini corak blantong hanya dikuasai oleh cupang plakat dan cupang serit. Namun dari tingkat kesulitan memperoleh corak blantong, cupang serit susah.

Continue reading …
Ikan Molly Pencinta Damai

Ikan molly termasuk ikan hias cantik dengan beragam corak fancy. Corak tersebut muncul berkat persilangan dengan ikan platy. Poecilia sphenops¬†dikenal cocok dipelihara dalam koloni di akuarium karena tidak bersifat agresif lantaran karakter ikan yang pencinta damai tersebut. Jantan ikan molly mudah dikenali lantaran bertubuh langsing; betina lebih gemuk. Budidaya ikan molly mudah dengan jumlah produksi […]

Continue reading …
Nongnong Besar Ikan Louhan

Ikan louhan yang pamornya meroket pada 2000-an memang memiliki keunikan yang tidak dimiliki ikan hias lain. Selain corak alias marking memanjang di tubuh, ikan hoki tersebut juga mempunyai nongnong besar, bahkan hingga seukuran bola tenis. Itu pula yang memikat pehobi untuk mengoleksinya, selain karakter ikan yang jinak sehingga mudah diajak “bermain”.

Continue reading …
Botia Primadona Ekspor Ikan Hias

Botia Chromobotia macracanthus¬†merupakan ikan hias asli Indonesia yang dijumpai di sungai di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Sampai saat ini botia termasuk ikan hias primadona ekspor. Syarat ekspor adalah memiliki tubuh sepanjang 2,5-5 cm. Upaya penangkaran botia berjalan sejak 2000-an melalui proes kawin buatan. Larva hasil pemijahan botia itu dipelihara memakai pakan zooplankton seperti¬†rotifer, nauplii artemia, […]

Continue reading …
Maggot Pakan Ikan Bergizi Tinggi

Maggot, larva dari serangga Hermentia illucens merupakan pakan ikan bergizi tinggi yang cocok sebagai pakan ikan hias serta ikan konsumsi. Maggot yang mirip belatung tersebut memiliki kadar protein tinggi hingga 50% dan lemak 3%. Budidaya maggot cukup mudah dengan memakai aneka media pertumbuhan seperti ampas tahu hingga dedak. Maggot juga dapat menjadi subsitusi tepung ikan […]

Continue reading …

Upaya Beternak Sidat

No Comment
Upaya Beternak Sidat

Beternak sidat sudah dilakukan di tanahair sejak akhir 1990-an. Sayangnya upaya itu tidak terlalu berhasil. Kini upaya beternak sidat kembali dilakukan memakai beragam sistem budidaya mulai dari kolam terpal hingga kolam air deras. Pemicunya? Permintaan sidat untuk ekspor dari berbagai negara seperti Jepang dan beberapa negara Uni Eropa cukup tinggi, belum termasuk lokal. Ukuran yang […]

Continue reading …
Ikan Lampam Suka Roti Gabin

Ikan lampam Barbonymus schwanenfeldii merupakan ikan konsumsi air tawar yang cukup mudah dijumpai di sungai, danau, bahkan rawa di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Sejauh ini, cara menangkap ikan lampam yang dapat berbobot 1-1,5 kg tersebut masih mengandalkan tali pancing. Umpannya? Ini unik. Ia menyukai penganan biscuit cracker alias roti gabin yang dihaluskan, lantas dibentuk bak […]

Continue reading …
Cupang Halfmoon Ekor 180 Derajat

Cupang halfmoon memiliki ciri khas, yakni bukaan ekor penuh 180 derajat. Penampilan tersebut semakin apik bila bentuk sirip atas dan bawah seimbang, proporsional, rapi, serta tidak terlihat lipatan. Warna tegas dan bersih menjadi nilai plus cupang yang diperkenalkan pertamakali oleh penangkar asal negeri Paman Sam, Peter Goettner pada 1980-an.

Continue reading …