Sarang lebah madu klanceng yang didominasi oleh lebah trigona lazim berada di pohon. Meski begitu lebah tanpa sengat itu dapat tumbuh dan berkembangbiak di aneka lingkungan seperti lubang batu, pagar, tiang listrik, bahkan batok kelapa. Itu terjadi karena lebah trigona termasuk lebah yang adaptif, asalkan struktur koloninya lengkap yang terdiri atas ratu, lebah pekerja, dan lebah […]
Continue reading …Biawak air Varanus salvator merupakan salah satu jenis reptil yang bernilai ekonomi. Kulit hewan poikilotermik yang perlu menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu lingkungan terlebih dahulu, sebelum beraktivitas dengan cara berjemur pada pagi hari itu dimanfaatkan untuk aneka perhiasan. Dagingnya pun dipercaya berkhasiat sebagai obat penyakit kulit.
Continue reading …Rangkong yang dijumpai di hutan-hutan tropis di tanahair berperan besar terhadap regenerasi hutan. Harap mafhum burung yang mampu terbang hingga 100 km itu mempunyai kemampuan menebarkan biji dari buah-buah yang dimakannya. Peneliti menemukan fakta bila terdapat korelasi kuat antara kondisi hutan dan keberadaan rangkong yang perlu pohon besar dan sehat untuk bersarang tersebut.
Continue reading …Konflik gajah Elephas maximus dan manusia kerapkali terjadi lantaran area jelajah gajah mengalami alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan kebun. Sebab itu untuk meminimalisir konflik, sekaligus sebagai upaya konservasi gajah, di Taman Nasional Tesso Nilo di Riau, misalnya, dibentuk patroli pasukan bergajah bernama Flying Squad yang merupakan kerjasama Balai Konservasi Sumberdaya Alam, Taman Nasional Tesso […]
Continue reading …Indonesia merupakan rumah bagi 750 jenis capung. Capung yang matanya bisa melihat ke segala arah itu mempunyai peran antara lain sebagai predator hama. Peran lain menjadi indikator pencemaran lingkungan perairan. Harap mafhum, saat lingkungan perairan tersebut tercemar, maka siklus hidup capung pun terganggu hingga populasinya bakal merosot.
Continue reading …Ikan kelabau Osteochilus melanopleura termasuk ikan konsumsi bernilai ekonomi di Pulau Kalimantan. Sayang, saat ini populasinya menurun akibat pencemaran lingkungan serta penangkapan tak terkendali. Hal itu diperparah pula dengan rendahnya keragaman genetik ikan kelabau yang menyebabkan terjadinya perkawinan sedarah alias inbreeding yang berdampak terhadap stabilitas genetik.
Continue reading …Bekantan Nasalis larvatus merupakan primata endemik Pulau Kalimantan. Primata berciri hidung besar itu hidup di pepohonan setinggi 6-27 meter di hutan bakau, hutan di sepanjang sungai, dan habitat rawa gambut. Saat ini terjadi degradasi habitat bekantan akibat alih fungsi lahan yang berujung menurunnya populasi bekantan. Sebab itu upaya konservasi mutlak dilakukan untuk menyelamatkan bekantan dari kepunahan.
Continue reading …Serangga daun besar Phyllium giganteum memang istimewa lantaran keunikan kamuflasenya. Sejatinya, kamuflase tersebut berkembang dan berevolusi bersama-sama dengan tumbuhan yang menjadi habitusnya. Tujuan kamuflase itu tak sekadar melindungi diri dari predator, tapi juga untuk menjebak mangsa. Serangga daun besar tergolong berkamuflase sempurna sehingga sulit membedakannya dengan daun.
Continue reading …Berapa spesies kupu-kupu terdapat di Indonesia? Sekitar 2.000 anggota ordo Lepidoptera itu berumah tinggal di tanahair. Istimewa lagi, 50% jenis kupu-kupu bercorak elok itu endemik alias hanya hidup di lokasi tertentu. Secara umum jenis kupu-kupu di Indonesia Barat berasal dari daratan Benua Asia, sedangkan kupu-kupu yang berperan sebagai polinator pada proses penyerbukan bunga di sebuah ekosistem […]
Continue reading …Kemampuan raja udang cekakak untuk terbang rendah dalam kecepatan tinggi tergolong yahud. Keistimewaan tersebut berpadu adaptasi visual yang jempolan, membuatnya cepat mendeteksi sekaligus menangkap mangsa di air. Pantas melekat julukan kingfisher. Sejatinya kehadiran raja udang bernilai penting pada ekosistem sebagai indikator kesehatan ekosistem itu. Harap mafhum, anggota keluarga Alcedinidae itu begitu alergi berada di lingkungan rusak, […]
Continue reading …