Umbi talas Bogor Colocasia esculentum berlimpah karbohidrat sehingga cocok menjadi alternatif sumber pangan. Talas bogor memiliki butir pati supermini, berukuran 1-5 µm dan persentase kadar amilosa tinggi, mencapai 20-25%. Kondisi itu membuat talas bogor cepat diproses menjadi energi di tubuh. Umbi talas bogor juga mujarab sebagai bahan makanan pada balita penderita alergi makanan serta orang dewasa yang bermasalah dengan […]
Continue reading …Pisang ambon Musa paradisiaca var. sapientum merupakan salah satu dari 5 jenis pisang konsumsi populer di masyarakat. Pisang ambon terkenal tumbuh cepat dengan produksi buah melimpah. Dari satu tandan pohon pisang ambon dapat diperoleh 7-10 sisir pisang dengan jumlah buah 100-150. Riset terkait kesehatan menunjukkan bila konsumsi pisang ambon matang efektif mengurangi derita nyeri akibat penyakit diare.
Continue reading …Bawang daun yang dibudidaya para pekebun di tanahair berdasarkan riset Balitsa (Balai Penelitian Sayuran) di Lembang, Jawa Barat, terdapat 3 macam, yakni bawang prei Allium porum yang tidak berumbi serta memiliki daun lebar, kucai A. schoercoprasum yang berdaun kecil, panjang serta berongga, dan bawang bakung alias bawang semprong A. fistulosum dengan daun bulat panjang dan berongga […]
Continue reading …Daun jeruk purut Citrus hystrix disukai sebagai rempah lantaran memberi aroma khas pada masakan. Daun jeruk yang mengandung senyawa sabinena serta limonena yang bermanfaat untuk kosmetik, aromaterapi, hingga sampo rambut itu memiliki sentra produksi terbesar di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Seperti dikutip dari Balitjestro, dari lahan 1 hektar dapat dipanen 10 ton daun jeruk purut seharga Rp17.000/kg.
Continue reading …Kembang kol identik sebagai sayuran dataran tinggi. Namun identitas itu bakal berubah lantaran kembang kol juga dapat dibudidaya di daerah dataran rendah seperti di Karawang atau Indramayu. Produktivitas pun nyaris setara, 18-20 ton per hektar dengan rerata bobot 0,5-1,7 kg serta masa budidaya 45-50 hari. Seleksi tanaman yang tahan terhadap cuaca panas menjadi kunci keberhasilan […]
Continue reading …Salah satu acara pada Fruit & Veggie Festival 2016 adalah talkshow teknologi hidroponik. Acara bincang-bincang yang dipandu oleh bebeja.com (kanan) dan narasumber Zekky Bachry (kiri) dari Specta Farm di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu berlangsung dalam suasana ceria. Beberapa pertanyaan pengunjung terkait pasar dan teknologi hidroponik dipaparkan secara lugas oleh Zekky.
Continue reading …Di pasar tradisional sayuran brokoli termasuk mudah dijumpai. Brassica oleracea yang dijual di pasar tradisional tersebut umumnya kelas 3, yakni berukuran diameter bunga 20-25 cm dibandingkan kelas 1 di atas garis tengah 30 cm. Sayuran bermakna tunas itu banyak dikebunkan di lokasi di atas ketinggian 1.000 m dpl seperti di Lembang, Cisarua, dan Cibodas (seluruhnya di Jawa […]
Continue reading …Pekebun tradisional sering memanggil bayam cabut yang disukai pasar sebagai bayam betina. Bayam betina tersebut mempunyai ciri bunga kecil, penampilan kokoh dan kekar, berdaun tebal, pertumbuhan cepat, lambat berbunga, serta bentuk daun membulat. Berbeda dengan bayam jantan yang cepat berbunga dan bentuk daun lebih meruncing.
Continue reading …Tumbuhan dewandaru Eugenia uniflora yang tersebar di Sumatera dan Jawa terbilang langka. Daun tumbuhan yang kayunya melekat aneka mitos itu mengandung beragam senyawa seperti flavonoid, saponin, serta tanin. Khusus flavonoid terdiri atas kelompok flavonol serta katekin. Buah dewandaru juga sohor mempunyai antioksidan, bahkan lebih tinggi dibandingkan vitamin E. Antioksidan berkhasiat menangkal radikal bebas.
Continue reading …Kurma KL-1 alias Kolak One merupakan kultivar di daerah beriklim tropis seperti Thailand. Periset Sak Lam Juan PhD dari Maejo University di Chiangmai yang membidani kelahiran kurma itu menyebutkan kurma KL-1 memiliki keunggulan seperti genjah, berbuah umur 3-4 tahun dari biji dengan bobot buah 7-10 kg per tandan. Yang lain Phoenix dactylifera tersebut mampu berbuah […]
Continue reading …